Rabu, 18 Januari 2017 - Buka jam 08.00 s / d jem 21.00 , Sabtu- Minggu cuti
Laman Utama » Perkara » Chairul Tanjung, Dokter Gigi Yang Jadi Pengusaha

161957_620

Apa jadinya jika seorang calon dokter gigi justru merambah bisnis televisi? Jika ingin tahu jawabannya, inilah sosok Chairul Tajung (CT), pebisnis yang kini namanya berkibar dengan grup TransTV dan Trans7. Berkat kesulitan ekonomi yang menderanya, ternyata hal tersebut justru menjadi bekal mengasah ketajaman insting bisnisnya.

Saat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, pada periode tahun 1980-an, ia memang harus memenuhi kebutuhan kuliahnya sendiri. Meski terlahir dari keluarga yang cukup berada, karena perubahan keadaan politik, keluarganya terpaksa menjalani kehidukan seadanya. Dari rumah yang tergolong besar, meraka harus menjualnya dan menyewa sebuah losmen yang sempit.

Namun ternyata, kesulitan ini justru membuat CT membulatkan tekatnya untuk kembali berjuang meraih kesuksesan, “Saya bercita-cita menjadi orang besar”. Maka lepas dari SMA Boedi Utomo Jakarta, ia pun masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi UI. Kesulitan biaya kuliah membuatnya harus kreatif mencari dana untuk meneruskan sekolahnya. Maka, kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 ini pun lantas memulai bisnis kecil-kecilan. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu dan aneka barang lain dikampus dan kepada teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat sosialnya yang sering memberikan fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering mentraktir teman, usaha itu pun bangkrut. Namun rupanya menjadi pebisnis telah memikat hatinya. Walau bangkrut, ia justru langsung mencoba usaha lain, kali ini di bidang kontraktor. Meskia kurang berhasil, ia merasa mendapat banyak pelajaran dari bisnis-bisnis yang pernah ditanganinya.

Setelah kuliah selesai tahun 1987, dirinya bersama dengan salah satu rekannya menekuni bisnis dengan membuat CV yang memproduksi sepatu berkembang. Ia mengawalinya dengan meminjam uang Rp 150 juta. Perusahaan berkembang menjadi lima pabrik di bawah induk bernama Para Grup. Tahun 1995, CT telah memiliki perusahaan Para Multi Finance. Ia pun lantas memfokuskan usahanya ke tiga bisnis inti, yakni: keuangan, properti dan multimedia. Melalui tangan dinginnya, ia mengakuisi sebuah bank kecil yang nyaris bangkrut, Bank Tugu. Keputusan yang dianggap kontroversial saat itu oleh orang dekatnya. Namun pengalaman bangkit dari kegagalan rupanya mengajarkan banyak hal. Ia justru mengangkat Bank Mega – menjadi bank papan atas dengan omset diatas Rp 1 Triliun saat ini.

Selain itu, suami dari Dokter Gigi Ratna Anitasari ini juga merambah bisnis sekuritas, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Kemudian di bisnis properti, ia juga telah membuat sebuah proyek prestisius di Kota Bandung, yang dikenal dengan Bandung Supermall dan salah satu usaha yang paling melambungkan namanya yaitu bisnis televisi, TransTV. Pada bisnis pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang nyaris bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses.

HUBUNGI KAMI ( Memberi respons pantas )
*Kami siap melayani anda dengan sepenuh hati!
Talian : 087775677788
SMS Center : 087775677788
BBM : 53E32A07
Melalui Yahoo Messenger :

Cara Menghilangkan Noda Hitam Pada Gigi

29 November , 2015 , Kategori : Blog

Gigi hitam dapat membuahkan perkara yang tidak menyenangkan dan tidak akan sedap untuk dipandang. Banyak sekali hal yang dapat menjadi penyebab gigi hitam. Dalam artikel berikut ini, kita akan membincangkan apa sajakah yang menyebabkan gigi hitam dan cara menghilangkan ... baca selengkapnya

Cara Pakai Gun Shooter

5 June , 2015 , Kategori : Perkara

Sekarang untuk mengganti karet behel tidak begitu susah, karena dengan Gun Shooter anda dapat menyelsaikan masalah itu. Gun Shooter adalah alat untuk mengganti karet behel, baik itu jenis Power O, Chain atau Karet Motif. Tidak perlu bingung gimana cara... baca selengkapnya

9 Tips Pengguna Behel dan Cara Merawatnya

14 Januari , 2015 , Kategori : Perkara

Pemasangan behel / Kawat gigi saat ini sedang menjadi trend dan marak digunakan masyarakat yang ingin mempunyai gigi yang rapi dan tersusun. Selain itu banyak pula yang memasang behel gigi hanya untuk sekadar gaya dan untuk memenuhi trend masa kini sahaja ... baca selengkapnya

Usia Dini Pemasangan Behel Saat Berumur 13-14 Tahun

13 Disember , 2014 , Kategori : Blog

Orang tua perlu memperhatikan usia anak saat hendak memasang behel atau kawat gigi agar tidak membahayakan. Demikian kata Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Drg Zaura Rini Anggraeni. “Apabila anak ingin memakai behel, gigi taring mereka harus sudah ... baca selengkapnya

Pasang Gigi Gingsung di Jepun Lagi ngetren

7 Disember , 2014 , Kategori : Blog

Jika di Indonesia orang-orang berbondong-bondong ke doktor gigi hingga ke tukang gigi hanya untuk memasang behel sehingga membuat gigi rapi sekaligus untuk bergaya, namun di Jepun trend yang berlawanan sedang berlaku. Rupanya remaja wanita di Jepun kini tengah ramai ... baca selengkapnya


Talian : 087775677788 SMS Center : 087775677788 BB Messenger : 53E32A07 order@smileorthoshop.com